Mengenal Qira’ah As Sab’ah

Sabtu, 02 Maret 2013

Qira’ah yang mutawatir adalah Qira’ah As Sab’ah (tujuh) yang termasyhur. Qira’ah yang mutawatir itu disampaikan kepada kita dari para Qurra’ yang huffadz. Mereka terkenal dengan hafalan, kekuatan ingatan dan kejujurannya. Mereka menukil qira’at para shahabat yang mendengarkan langsung ayat-ayat Al Quran dari Rasulullah.
Tujuh Imam Qira’ah As Sab’ah
Untuk melestarikan qira’ah as sab’ah, yang mulai kita lupakan, bahkan saat ini banyak yang belum mengerti tentang qira’ah sab’ah, maka kita perlu kembali pada sejarah dan mengenal imam qurra’ tujuh yang masyhur. Qira’ah yang mutawatir yang dinuqilkan kepada kita itu adalah dari para Qurra’ yang huffadz. Mereka terkenal dengan hafalan, kekuatan ingatan dan kejujurannya. Mereka itulah para imam qurra yang termasyhur yang menuqilkan kepada kita qira’ah sahabat dari Rasulullah. Mereka jelas mempunyai kelebihan ilmu dan pengetahuan terhadap kitab Allah, sebagaimana telah disinggung oleh Raulullah: “Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Inilah biografi singkat dari  7 Imam Qira’ah As Sab’ah :
  1. Ibnu Amir
    Namanya Abdullah Al-Yuhsibi, pernah menjabat qadhi di Damsyiq pada masa pemerintahan Al-Walid bin Abdul Mulk. Dia diberi nama panggilan Abu Imran. Dialah seorang tabi’in yang mengambil qiraah dari Mughirah bin Abi Syihab Al-Makhzumi, dari Utsman, dari Rasulullah. Dia meninggal di Damsyiq tahun 118 H. Ada dua orang yang terkenal meriwayatkan qira’ahnya yaitu Hisyam dan Ibnu Dzakwan. Penulis kitab Asy-Syathibiyyah mengatakan: “Adapun Damsyiq adalah kampung (negri) Ibnu Amir. Sedangkan Hisyam dan Dzakwan adalah dua orang yang meriwayatkan qira’ahnya.”
  2. Ibnu Katsir
    Nama lengkapnya Abu Muhammad Abdullah Ibdu Katsir Ad-Dari Al-Makiyyi. Dia Imam dalam hal qira’ah di Mekkah. Dia seorang tabi’in dan pernah berjumpa dengan sahabat Abdullah bin Zubair, Abu Ayyub Al-Anshari dan Anas bin Malik. Dia meninggal di Mekkah tahun 120 H. Dua orang yang terkenal meriwayatkan qira’ahnya, yaitu Al-Bazzi (meninggal tahun 250 H) dan Qunbul (meninggal tahun 291 H) penulis kitab Asy-Syathibiyyah mengatakan: “Mekkah itu tampat tinggal Abdullah Ibnu Katsir. Sedangkan yang meriwayatkan qira’ahnya adalah Ahmad Al-Bazzi dan Muhammad Ali yang nama sanadnya dilaqabi Qanbul”
  3. Ashim Al-Kufiyyi
    Dia adalah Ashim bin Abi Najwad Al-Asadi. Dia sering dipanggil Ibnu Bahdilah. Nama panggilannya Abu Bakar dan dia adalah seorang tabi’in. Meninggal di Kufahtahun 127 atau 128 H. Yang meriwayatkan qira’ah darinya adalah syu’bah (wafat tahun 193 H) dan Hafsh (wafat tahun 180 H). Penulis kitab Asy-Syathibiyyah mengatakan: “Di Kuffah Al-Gharra’ ada tiga orang yang keharuman mereka melebihi wangi-wangian dari cengkih Abu Bakar atau Ashim adalah panggilannya yang utama meriwayatkan darinya adalah syu’bah yang terkenal dan Hafs yang terkenal dengan ketelitiannya itulah murid Ibnu Iyasy atau Abu Bakar yang diridhai.”
  4. Abu Amr
    Nama lengkapnya Zayyan bin Al-’Alla’ bin Umar al-Bashri, syekh para perawi. Dikatakan pula dengan nama Yahya, juga Kunaitah. Meninggal di Kuffah tahun 154 H. Yang meriwayatkan darinya adalah Ad-Duri (wafat tahun 246 H) dan Susi (wafat tahun 261 H). Penulis kitab Asy-Syathibiyyah mengatakan : “Imam Muzini yang dipanggil Abu Amr Al-Bashri putra Al-’Alla ia menurunkan ilmunya pada Yaya al-yazidi namanya populer bagai sungai Eufrat Abu Amr Ad-Duri orang paling shaleh diantara mereka.”
  5. Hamzah Al-Kufi
    Nama lengkapnya Hamzah bin Habib bin Immarah Az-Zayyat Al-Faradhi At-Taimi maula (bekas hamba) Ikrimah bin Rabi’ At-Taimi. Nama panggilannya Abu Immarah. Dia meninggal di Halwan pada masa khalifah Abu Ja’far Al-Manshur tahun 156 H. Adapun yg meriwayatkan darinya adalah Khalaf (wafat tahun 229 H) dan Khallad (wafat tahun 220 H) lewat (dengan perantaraan) Salim. Penulis kitab Asy-Syathibiyyah mengatakan: “Ada lagi Hamzah si wara’i yang jatuh hati pada Al-Qur’an meriwayatkan darinya adalah Khalaf dan Khallad dengan perantara Salim.”
  6. Nafi’
    Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi’ bin Abdurrahman bin Abi Na’im Al-Laitsi, dia berasal dari Ashifahan, dan terkenal sebagai pakar Qurra’ di Madinah tahun 169 H. Yang meriwayatkan darinya adalah Qalun (wafat tahun 220 H) dan Warasy (wafat tahun 197 H). Penulis kitab Asy-Syathibiyyah mengatakan: “Adalah Nafi’ seorang terhormat lagi harum namanya memilih tempat di Madinah Qalun Isa dan Utsman Warasy sahabat mulia yang mengembangkannya.”
  7. Al-Kasai
    Nama lengkapnya adalah Ali bin Hamzah, seorang imam nahwu bagi orang-orang Kuffah. Nama panggilannya Abul Hasan. Sedang dinamakan Al-Kasai, karena ketika ihram dia memakai pakaian kebesaran (kisa). Dia meninggal di Ranbawiyyah, sebuah kampung di desa Ar-Rai, ketika hendak pergi ke Hurasan bersama Ar-Rasyid tahun 189 H. Orang yang meriwayatkan darinya adalah Abu Al-Harits (wafat tahun 242 H) dan Ad-Duriy (wafat tahun 246 H). Penulis kitab Asy-Syathibiyyah mengatakan: Adalah Ali yang panggilannya Al-Kasa’I karena “kisa” pakaian ihramnya yang neriwayatkan darinya adalah Abu Harits dan Hafsh Ad-Duriyyi.
Adapun qira’ah (bacaan Al-Quran) yang lazim digunakan oleh mayoritas umat islam (terutama di Indonesia) adalah qira’ah yang diriwayatkan oleh Imam Hafash dari ‘Ashim salah seorang dari imam Qira’ah Sab’ah.
Hafash adalah Abu Umar Hafsh bin Sulaiman bin Al-Mughirah Al-Bazzaz. Lahir tahun 90 Hijriyah dan wafat tahun 180 Hijriyah. Beliau adalah seorang yang ‘alim dan yang paling tahu tentang qira’at ‘Ashim. Beliau belajar Al-Quran dari ‘Ashim lima ayat-lima ayat seperti cara belajarnya anak kecil.
‘Ashim adalah Abu Bakar ‘Ashim bin Abi An-Najudi Al-Kufi bin Bahdalah. Wafat di akhir tahun 128 Hijriyah. Beliau adalah seorang yang fasih bahasanya, ahli dan tekun dalam menulis Al-Quran dan tajwid, serta memiliki suara yang sangat merdu. Beliau belajar qira’at kepada Abu Abdur-Rahman Abdullah bin Habib As-Sulami. Abu Abdur-Rahman belajar Al-Quran kepada para Shahabat radhiyallahu’anhum yaitu ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, Ubai bin Ka’ab, Abdullah bin Mas’ud dan Zaid bin Tsabit.

Khatimah/Penutup
Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab “Shahih”-nya bahwa ‘Umar bin Khattab ra. berkata : “Aku mendengar Hisyam bin Hakim sedang membaca surat Al-Furqan. Kuperhatikan bacaannya, dan kudapati ia membaca dengan dialek (atau susunan huruf-huruf) yang tak pernah dibacakan Rasulullah kepadaku. Hampir saja aku melompat ke arahnya yang sedang shalat, tapi aku bisa menahan diri sampai ia mengucapkan salam. Aku tarik dan kuikat ia dengan selendangnya, dan aku tanya : “Siapa yang mengajarimu surah yang aku dengar tadi?” Hisyam menjawab : “Rasulullah!” Aku berkata : “Kamu berdusta! Rasul mengajarkan kepadaku tidak seperti yang kau baca.” Lalu aku membawanya menghadap Rasulullah Saw dan kukatakan kepada beliau : “Aku telah mendengar orang ini membaca surah Al-Furqan dengan huruf (yakni bacaan) yang belum pernah Anda ajarkan kepadaku.” Rasul menjawab : “Lepaskan dia!” Kemudian Rasulullah saw berkata kepadanya : “Bacalah surah itu hai Hisyam!” Hisyam-pun membaca dengan bacaan yang aku dengar tadi. Lalu Rasulullah Saw bersabda : “Memang demikian ayat itu diturunkan.” Kemudian beliau berkata kepadaku : “Bacalah surah itu hai Umar!” Akupun membaca (seperti yang diajarkan Rasul) dan Rasulullah Saw kemudian bersabda : “Demikianlah ayat itu diturunkan. Sesungguhnya Al-Quran itu diturunkan dalam tujuh huruf (tujuh cara bacaan), maka bacalah dengan cara yang kau anggap mudah!”. Wallahu a’lam

Oleh : Hamim Tohari, Yogyakarta
FacebookBlog

 Sumber: www.fimadani.com

Allahu Akbar!!! 433 Warga Asing Masuk Islam di Arab Saudi

RIYADH.SAUDI.(voa-islam.com) – Kamis (28/02/13) terhitung 433 orang mengumumkan keislamannya di yayasan ta’awun untuk dakwah dan bimbingan komunitas utara Riyadh selama seperempat tahun 1434 H. mereka semua dari Jerman, Italia, Amerika, Ethiopia, Srilanka, Cina, Guinea, Filipina, Kenya, Nepal dan India.
Direktur Humas dan Media, Khalid bin Muhammad Al-Manshur, mengatakan bahwa para da’I yayasan tersebut telah mengerahkan upaya untuk mencapai prestasi ini. Termasuk upaya yayasan ini adalah mengadakan forum – forum, di antaranya adalah dakwah kepada non muslim, forum untuk memantau muslim yang baru yang diadakan pada perempat tahun ini.
Forum – forum tersebut telah 12 kali diadakan dan peserta yang hadir berjumlah 800 orang dari komunitas Cina, Filipina, Nepal dan Lebanon. Yayasan tersebut juga mengadakan 500 kuliah dan kajian, di mana peserta yang telah mengikutinya berjumlah 22674 orang. [usamah/imo]

Mahkamah Spanyol Batalkan Larangan Cadar di Lleida

Hidayatullah.comMahkamah Agung Spanyol telah membatalkan larangan cadar di kota Lleida, dengan mengatakan bahwa cadar merupakan bagian dari kebebasan beragama dan alasan keamanan yang dikhawatirkan pemerintah setempat tidak berdasar.
Dilansir Reuters, dalam putusannya tertanggal 14 Februari dan diumumkan ke publik hari Kamis (28/2/2013), Mahkamah Spanyol mengatakan larangan cadar dapat meningkatkan diskriminasi dan bukan menguranginya, sebab larangan itu akan memaksa sebagian wanita tinggal di rumah sehingga tidak berintegrasi ke dalam masyarakat Spanyol.
Pemerintah kota Lleida atau Lerida, berdalih bahwa imigran akan kesulitan berintegrasi jika mereka menggunakan cadar. Pemerintah setempat juga berpendapat penutup wajah itu mengganggu budaya lokal dan menciptakan masalah keamanan.
Tiga tahun lalu Lleida mulai memberlakukan cadar di seluruh gedung publik, hampir bersamaan dengan pemberlakuan larangan serupa di Prancis dan Belgia.
Barcelona dan beberapa kota lain di Catalan kemudian mengikuti Lleida melarang pamakaian cadar, yang pada kenyataannya sangat jarang terlihat dipakai oleh sekitar 1,6 juta Muslim di Spanyol.
Tidak jelas apakah pembatalan talarangan itu nantinya juga berlaku di kota-kota lainnya.
Tuntutan pencabutan larangan cadar di Lleida diajukan ke pengadilan oleh Asosiasi Kemerdekaan dan Keadilan Watani.
Spanyol pada dasarnya tidak memiliki undang-undang yang mengatur tentang pakaian terkait agama.*

Rep: Ama Farah
Red: Dija

Pejuang Suriah Ambil Alih Masjid Umayyah – Aleppo

Para pejuang Suriah mengambil alih Masjid Umayyah di kota kedua Suriah – Aleppo hari Kamis lalu, setelah melewati beberapa hari konflik yang merusak bangunan bersejarah tersebut, laporan menyebutkan.
Pasukan rezim dipaksa untuk mundur saat subuh hari, berjaga pada bangunan-bangunan di sekitar tempat bersejarah tersebut, Pengamat HAM Suriah melaporkan.
Museum masjid tersebut sempat terbakar saat pertempuran terjadi, meruntuhkan atap bangunan tersebut, menambah parah kerusakan yang terjadi Oktober lalu ketika perabotan antik dan salah satu pilar berukir terbakar hangus di tengah-tengah pertempuran.
Masjid tersebut telah menjadi tempat beribadah kaum Muslim sejak abad ke-8, namun bangunan aslinya telah diruntuhkan oleh kaum Mogol pada abad ke-13.
Sementara di Kota Tua Aleppo, pertempuran memanas di sekitar Justice Palace dan Alun-alun Sabaa Baharat.
Direktur komunitas pengamat – Rami Abdel Rahman, mengatakan bahwa jika para pejuang dapat menguasai istana tersebut, mereka akan mampu menghentikan pengiriman bala bantuan tentara ke benteng Aleppo.
Benteng tersebut, yang pada masa lalu dapat menampung sebanyak 10.000 orang pasukan, hingga sekarang masih dikuasai oleh pasukan setia Presiden Bashar al-Assad.
Para pejuang yang mencoba mengepung benteng ini, mengklaim bahwa tentara Assad hanya tinggal memiliki satu rute untuk suplai.
Meski para pejuang telah mengambil alih banyak tempat dan mengalahkan sejumlah pasukan militer utama di provinsi utara Aleppo, pertempuran di kota tengah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan. www.eramuslim.com

Seorang preman tobat karena mendengar ceramah TV Rodja

Jumat, 22 Februari 2013

JAKARTA– Bersyukurlah bagi yang telah mendapatkan hidayah, karena ia amat mahal harganya. Bagi yang menunjukkan kepada hidayah pun, kata Nabi shallallahu a’alaihi wasallam, ia lebih bernilai dan berharga daripada seseorang mendapatkan Unta berwarna merah yang dizaman itu menjadi barang mewah.
Saat ini banyak sarana dan fasilitas yang bisa menjadikan seorang Muslim bisa mendalami agamanya atau bahkan non Muslim bisa mengenal indahnya Islam hingga menjadi pemeluk agama yang haq.
Adalah radio dan TV Rodja, saat ini telah banyak memberikan manfaat bagi umat. Lewat dakwahnya yang hikmah dan ilmiyah, banyak kaum muslimin awam tercerahkan oleh nasihat, ceramah, dan isi acara pada sarana dakwah tersebut. Bahkan seorang preman, yang hanya melakukan sholat sebanyak dua kali dalam setahun,  terenyuh hatinya hingga menjadi muslim yang taat dengan sebab perantara ceramah yang dipancarkan dari kawasan Cileungsi Bogor itu.
Diceritakan oleh Bang Pilot di Kompasiana: Suatu hari, aku iseng men-scan otomatis receiver antena parabolaku. Ada beberapa stasiun TV baru berhasil ditambahkan. Diantaranya adalah Rodja TV. Sebuah stasiun TV swasta non profit yang dipancarkan dari komplek sebuah masjid  di sekitar Bogor. Aku langsung suka dengan stasiun TV ini, karena dakwah dan kajian Islamnya bagus banget. Bila ada kesempatan, aku akan menonton acaranya. Banyak ilmu baru kuperoleh.
Suatu hari, suami adik sepupuku, Zimi Azmi, kepalanya nongol di pintu. Ia pun ikut tetarik dengan materi yang disampaikan Rodja TV yang sedang kutonton. Ia lalu pulang dan men-scan otomatis juga receiver parabolanya. Dan berhasil baik.
Beberapa hari kemudian, aku melihat sebuah pemandangan langka : Zimi Azmi berjalan di halaman rumahku menuju masjid! Padahal biasanya, ia cuma lewat, lalu pergi ke warung wak Mengon, untuk main kartu dan minum-minum bersama para  pareman kampung. Bertahun-tahun Zimi Azmi punya kebiasaan sholat setahun  dua kali. Ya itu, waktu Idul Fitri dan Idul Adha.
Sepulang dari masjid, kami berdua berbincang tentang acara Rodja TV. Rupanya Azmi terpengaruh oleh tausiyah yang disampaikan oleh para ustadz Rodja TV. Para ustadz ini memang lain daripada ustadz-ustadz TV swasta lainnya, yang lebih mirip artis ketimbang muballigh. Rata-rata ustadz Rodja TV adalah penghafal Qur’an, dan lulusan universitas negeri Arab. Dan, sama sekali tidak ada musik di stasiun TV ini. Juga tidak ada perempuan.
Hari-hari berlalu, Azmi makin sering lewat depan rumahku menuju masjid. Kini ia sepertinya benar-benar bertobat. Kulihat zikirnya pun makin panjang dan syahdu.
Aku jadi trenyuh. Adik sepupuku, istrinya, kini juga sudah berjilbab. Tinggal aku kini yang sedikit iri. Seorang pareman mbelis bisa jadi lebih taat dibandingkan aku sendiri. Hanya karena suka nonton Rodja TV. (bms) (gemaislam)18 Febr 2013

Pejuang Islam Suriah Menjelang Kemenangan

Cairo (voa-islam.com) Perang di Suriah antara para pejuang Islam dengan rezim Bashar al-Assad, sudah sampai pada ujungnya. Dengan kekalahan rezim Bashar al-Assad yang merupakan bentuk rezim yang melakukan kejahatan kemanusiaan, dan tanpa ada bandingannya dalam sejarah kemanusiaan.
Satu-satunya negara kunci yang menjadi pendukung rezim Bashar al-Assad, yaitu Rusia, mengakui bahwa kekalahan Bashar al-Assad soal waktu. Sudah tidak mungkin lagi mempertahankan Bashar al-Assad, karena sudah posisinya sudah sangat melemah.
Banyak faktor yang menyebabkan melemahnya rezim Bashar al-Assad, yang sekarang ini berusaha mempertahankan kekuasaannya, yang semakin rapuh. Usaha-usaha diplomatik terus diupayakan, mengakhiri pertumpahan darah di Suriah.Meskipun, Bashar al-Assad, masih bergeming dengan kekuasaannya, tetapi kondisinya sudah sangat rapuh.
Pertama, rezim Bashar al-Assad, menghadapi embargo internasional, termasuk Dunia Arab, dan negara-negara di daerah  "front line" (garis depan) dengan Suriah, semua melakukan embargo terhadap Suriah. Seperti Mesir, Turki, Jordan, dan Arab Saudi, melakukan embargo terhadap Suriah. Kecuali, Lebanon dan Iran, yang memang memiliki kesamaan ideologis, yaitu Syiah.
Kedua, rezim Bashar al-Assad, menghadapi begitu banyak tokoh militer yang membelot ke Turki, Jordan, dan Eropa. Termasuk sejumlah pejabat penting yang  menjadi orang kepercayaan Bashar al-Assad, membelot, dan meninggalkan Bashar al-Assad. Orang-orang yang menjadi tokoh utama dalam pemerintahannya, sebagian besar telah meninggalkan Bashar al-Assad.
Ketiga, kondisi ekonomi yang semakin memburuk, akibat situasi perang, dan embargo ekonomi, yang dilakukan oleh sejumlah negara, termasuk Barat, semua itu membuat  rezim Bashar al-Assad, sulit akan terus bertahan di dalam kekuasaannya. Bashar kehilangan dukungan ekonomi yang semakin sulit, dan ini  sulit Bashar lebih lama. Satu-satunya dukungan ekonomi kepada Bashar sekarang ini, hanyalah dari Iran, dan dalam bentuk dana tunai, guna mempertahankan kekuasaannya.
Keempat, Bashar  al-Assad telah kehilangan kontrol terhadap kekuasaan, terutama kalangan militer, dan badan intelijen yang semakin melemah, akibat banyak pembelotan, yang terus berlangsung, sampai saat ini. Posisi Bashar al-Assad, semakin memburuk, banyak informasi yang penting, bocor kepada fihak pejuang Islam, yang bersumber dari para pejabat intelijen, yang masih ada dalam pemerintahannya, tetapi sudah tidak lagi loyak terhadap Bashar.
Kelima, kekuatan pejuang Islam, yang sekarang mulai terkoordinasi, dan dukungan senjata, serta banyak pejuang Islam dari berbagai masuk ke Suriah,melalui Turki, Lebanon, Jordania, dan Irak, membuat kekuatan pejuang Islam Suriah, semakin membaik, dan mempu melakukan perlawanan terhadap pasukan elite Suriah,terutama dari Garda Republik, yang selama ini menjadi tulang punggung Bashar al-Assad.
Dengan kondisi seperti itu, posisi Bashar al-Assad, sudah sangat lemah, dan menurut kabar, Bashar al-Assad, dan keluarganya telah melarikan diri, ke Latakia, kota pesisir yang menjadi pusat gerakan kelompok Syiah, yang selama ini menjadi tulang punggung Bashar al-Assad.
Karena itu, situasi yang sudah sangat kritis, yang dihadapi oleh rezim Bashar al-Assad itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengunjungi Cairo, dan bertemu dengan Sekjen Liga Arab Nabil Elaraby, dan ingin melakukan pengalihan kekuasaan, secara damai, guna menyelamatkan Bashar al-Assad. Karena serangan pejuang Islam di Suriah, sekarang terus maju, sampai ke Istana di Damaskus, yang menjadi pusat pemerintahan Bashar.
"Ada tanda-tanda kecenderungan positif untuk memulai dialog dan kedua perwakilan pemerintah dan oposisi telah mulai berbicara tentang hal ini," kata Lavrov dalam konferensi pers bersama dengan Elaraby.
"Untuk saat ini kedua belah pihak masih mengajukan prasyarat bagi dialog, tetapi, menurut pandangan kita bersama, adanya kesiapan memulai dialog, kemudian menyetujui parameter bagi penyelesaian konflik di Suriah", ujarnya
Rusia, sekutu lama Presiden Bashar al-Assad, dan menjadi pemasok utama senjata Suriah dalam skala besar. Ini yang ikut menghancurkan kehidupan di Suriah. Rusia sudah tiga melakukan veto terhadap tiga resolusi Dewan Keamanan PBB, guna mengakhiri perang yang terjadi di Suriah, yang sudah menelan korban sipil lebih 100.000 orang tewas.
Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualim, yang mengunjungi Moskow, dan bertemu dengan Lavrov, kemungkinan akan melakukan pembicaraan dengan tokoh oposisi Suriah, Muaz al-Khatib, Maret mendatang, ujarnya,  Senin. Pertemuan itu, sudah membahasa cara-cara mengkhiri konflik, dan sekaligus, membuat persetujuan, di mana Bashar al-Assad, mengundurkan diri dengan jaminan, dan mendapatkan suaka politik di negera yang aman..
"Kami menyambut baik inisiatif Rusia. Dan,  Alkhatib mengusulkan memulai dialog dengan pemerintah, dan saya pikir kita akan mencapai tujuan ini," kata Elaraby, sesudah melakukan pembicaraan dengan para Menteri Luar Negeri, seperti Mesir, Jordania, Irak, Kuwait, dan Lebanon.
Tentu, masa depan Suriah, nampaknya masih sangast jauh akan mencapai stabilitas, dan tranformasi politik, karena masalah yang paling pokok, pasca jatuhnya Bashar al-Assad, yaitu bentuk pemerintahan baru. Karena, para pejuang Islam ingin dibentuk model pemerintahan Islam, menggantikan pemerintahan sekuler Alawiyyin-Syiah.
Barat dan Eropa serta sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi, belum mau mendukung pemerintahan baru, yang diinginkan oleh para pejuang Islam, sebuah pemerintahan baru yang bercorak Islam, seperti yang diinginkan oleh para pejuang Islam, yang sekarang sudah mendekati ibukota  Suriah, Damaskus. Wallahu'alam.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Na2ngismail Blog™ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger